Aku ingat betul beberapa waktu lalu orang-orang lagi menggerutu karena hujan tak kunjung datang, sawah kekeringan, sumur kerontang, banyak juga yang sampai kelaparan, bahkan meninggal gara-gara kepanasan. Kini hujan sekonyong-konyong datang, menghiasi hari-hari kita pagi dan petang, jas hujan laku, warungkopi rame, kerbau fitnes di sawah, petani tak lagi gundah, Tapi… tetap saja sebagiannya menggerutu, Banjirlah, longsorlah, angin ribut lah, udah ujan, becek ndak ada ojeg. Hujan ndak datang menggerutu, hujan datang masih juga menggerutu. Mau tahun baru gini kayaknya umat manusia mesti introspeksi, bahwa kebahagiaan itu rupanya bukan pada materi yang kita dapatkan atau dunia yang kita buru, kebahagiaan itu tidak jauh lho, kebahagiaan itu ada disini, dihati …
HARI SEPERTI APA YANG AKAN KUJALANI
Tugasku adalah menentukan hari seperti apa yang akan kujalani
Hari ini aku bisa mengeluh karena cuaca hujan
Atau aku bisa bersyukur karena rerumputan tersirami dengan gratis
Hari ini aku bisa bersedih karena tidak lagi memiliki uang
Atau aku bisa senang bahwa kondisi itu
Mendorongku untuk merencanakan belanjaku secara bijak
Dan membimbingku agar tidak bersikap boros
Hari ini aku bisa mengeluh karena aku harus pergi sekolah
Atau dengan semangat aku bisa membuka pikiranku
Dan mengisinya dengan berbagai pengetahuan baru
Hari ini aku bisa menggerutu atas kondisi kesehatanku
Atau aku bisa merasa senang bahwa aku masih hidup
Hari ini aku bisa menangis karena bunga mawar memiliki duri
Atau aku bisa bersyukur bahwa duri memiliki bunga mawar
Hari ini aku bisa bersedih karena temanku sedikit
Atau dengan bersemangat aku bisa memulai pertemanan baru
Hari ini aku bisa merengek karena harus pergi kerja
Atau bisa bergembira karena memiliki sesuatu untuk dikerjakan
Tugasku adalah menentukan macam hari yang akan kujalani
Anonymous
